RSS

INLINE SKATE (SEPATU RODA)

07 Apr

Kali ini kita bernostalgia dengan sepatu roda. Ups… ke mana aja para penggemar sepatu roda yang di tahun 1980-an sempat heboh? Hmm…
sekarang kita tak cuma membahas sepatu roda, tapi lebih ekstrem
lagi: “inline skates”! Lebih sangar lagi, kali ini bukan inline skates yang mengutamakan speed, kebut-kebutan itu, tapi inline skates yang agresif, yang lompat-lompat enggak karuan itu.

Kalau sepatu roda dianggap jadul, inline skates yang agresif ini beda banget. Walaupun komunitas inline skates di Indonesia mulai “padam”, di
acara Urbanfest yang digelar 28-29 Juni nanti di Ancol, Jakarta, bakal
membangkitkan kembali komunitas inline skates yang lama tertidur.

“Inline skates, apalagi yang agresif, ini seperti badak, mereka
ada tapi sulit ditemukan,” kata Detje Ahmad Nursyamsi, Manajer Urban
Sport untuk Urban Fest 2008.

Wah, penggambarannya serem ya, kayak badak! Tapi, setelah bertemu
dengan anggota komunitas inline skates di samping lapangan tenis
Senayan, memang sih mereka terlihat sangar he-he.

Satu garis
Inline skates atau dulu sering disebut roller blades merupakan
salah satu tipe roller skates yang menggunakan roda dengan konfigurasi
satu baris. Di bawah sepatu mereka, yang harganya mulai Rp 1,5 juta
itu, ada roda-roda yang dipasang dalam satu garis saja.

Ini berbeda dengan tipe quad skates yang memiliki konfigurasi dua
roda di depan dan dua roda di belakang. Inline skates bisa memiliki
dua, tiga, empat, atau lima roda asal dipasang segaris.

Inline skates sering memanfaatkan pinggiran tembok untuk
menjalankan aksi berbagai gaya. Diakui, memang peralatan yang lama
bisa merusak tembok, tetapi peralatan yang baru sudah tak merusak
seperti dulu.

“Dulu, rodanya pakai bahan besi jadi cuma bisa di rel kereta api.
Tapi sekarang rodanya pakai bahan polyuretine dan bentuknya mengikuti
bentuk pinggiran tembok,” kata Krishna Murti.

Karena termasuk olahraga ekstrem, baret-baret dan benjol sudah
biasa bagi mereka. “Yang penting jangan sampai patah, kami belum
pernah sampai patah tulang,” kata Erich yang mengaku sering main
sendirian di kompleks Telaga Kahuripan, Parung, Bogor.

Belum mapan
Inline skates di dunia internasional termasuk olahraga yang diakui
dan sering menggelar kompetisi rutin. Di Indonesia, inline skates
masih di wilayah “abu-abu” karena belum mendapat pengakuan

 
1 Comment

Posted by on April 7, 2011 in inline skate, komunitas

 

Tags: ,

One response to “INLINE SKATE (SEPATU RODA)

  1. Krishna Mukti

    June 8, 2012 at 3:05 am

    kalo boleh tau di Bali dimana ya?? and kalo boleh contact nya

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: