RSS

SEPEDA TINGGI

07 Apr

Kaki mengayuh pedal pelan-pelan sambil tetap jaga keseimbangan dan jaga pandangan:mrgreen: Menikmati semilir angin kendaraan tak bermesin. Melaju sambil bersiap mencari pegangan teman atau bangunan ketika akan berhenti. Itulah sensasi naik sepeda tinggi. Kenapa saya menulis tentang sepeda? Seperti biasa, sepeda juga punya dua roda kan, tetap two wheels 😉

Ini gaya anak muda Yogyakarta jaman sekarang. Sepeda tinggi ini mulai berkembang sejak setahun yang lalu. Peminatnya tak terbatas kalangan, ada mahasiswa, pelajar SMA, hingga pegawai. Sepeda yang digunakan adalah sepeda yang dimodifikasi sendiri menjadi lebih tinggi. Sadelnya sekitar 1,5 meter atau lebih diukur dari tanah. Sedangkan sepeda biasa biasanya tidak lebih dari 1 meter.

Umumnya para pecinta sepeda tinggi membuat sendiri sepedanya. Bahannya dari sepeda bekas, biayanya mulai dari 300 ribu hingga jutaan rupiah. Namun, satu hal yang kerap diabaikan pengendara sepeda tinggi adalah keselamatan. Karena lebih mementingkan gaya, tak jarang dari mereka mengalami cedera akibat terjatuh. Prinsip mereka, lama-lama akan bisa dan terbiasa. Cita-cita komunitas ini sederhana, melestarikan budaya bersepeda dengan sensasi berbeda.

 
Leave a comment

Posted by on April 7, 2011 in komunitas, sepeda tinggi

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: